
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Andre Villas-Boas (AVB) menargetkan Tottenham Hotspur lolos secepatnya dari fase grup Liga Europa.
Untuk itu, Spurs harus bisa menjinakkan tamunya Sheriff dari Moldova.
Setelah menyapu bersih tiga pertandingan melawan Anzhi Makhachkala, Tromso, dan Sheriff sendiri di laga tandang, Spurs meraih nilai sempurna 9 poin. Sebagai pemimpin klasemen Grup K Liga Europa, Spurs tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengamankan tiket ke 16 besar.
Secara matematis, Anzhi memang masih mungkin mengejar jika mampu menyapu tiga laga tersisa. Tapi itu termasuk laga melawan Spurs yang sangat berat.
AVB masih punya misi lanjutan. Ia juga ingin semua pemain termasuk pemain lapis kedua bisa merasakan atmosfir Eropa. Ini berarti ada rotasi berbasis pemerataan. Program ini sudah dimulai saat Spurs mengalahkan Hull City lewat adu penalti di ajang Piala Liga.
Saat itu, ia menurunkan gelandang berusia 18 tahun Nabil Bentaleb. 'Pemain muda dan lapis kedua harus bisa merasakan suasana Eropa. Ini masuk program kami. Soal Bentaleb, nanti kita lihat. Yang jelas, dia berlatih sangat keras,' kata mantan pelatih Porto ini.
Dalam 10 laga terakhir, Spurs tampil menawan. Hanya saja pada laga terakhir melawan Everton di Liga Inggris, Spurs gagal mencetak gol. Padahal, Andros Townsend dkk saat itu menciptakan banyak peluang.
Andre Villas-Boas juga belum bisa memastikan kiper utama Lloris diturunkan, setelah kepalanya kena dengkul penyerang Everton Romelu Lukaku. Kiper veteran asal Amerika Serikat Brad Friedel siap diturunkan.
Dari kubu Moldova, Pelatih Sheriff, Veaceslav Rusnac tak menampik kehebatan Spurs. Karena itu pula, Rusnac yang pernah menangani Cesc Fabregas saat jadi asisten pelatih di Arsenal pasang target realistis curi poin.
Selengkapnya baca edisi cetak Berita Kota Super Ball, Kamis (7/11/2013)
Belum ada komentar untuk "Andre Villas"
Posting Komentar